Sistem Informasi Psikologi
Computer Based Information System, Decision Support System & Sistem Pakar
Halo!
perkenalkan nama saya Alana Safira Mirabel pada blog ini saya akan membahas
sedikit mengenai CBIS, DSS dan Sistem Pakar. Pertama-tama saya akan membahas
mengenai CBIS (Computer Based Information System) terlebih dahulu.
Definisi CBIS
Sistem informasi berbasis komputer atau Computer Based
Information System (CBIS) merupakan sistem pengolahan suatu data menjadi sebuah
informasi yang berkualitas dan dapat dipergunakan sebagai alat bantu yang
mendukung pengambilan keputusan, koordinasi dan kendali serta visualisasi dan
analisis. Dengan integrasi yang dimiliki antar subsistemnya, sistem informasi
akan mampu menyediakan informasi yang berkualitas, tepat, cepat dan akurat
sesuai dengan manajemen yang membutuhkannya. Secara teori, penerapan sebuah
Sistem Informasi memang tidak harus menggunakan komputer dalam kegiatannya.
Tetapi pada prakteknya tidak mungkin sistem informasi yang sangat kompleks itu
dapat berjalan dengan baik jika tanpa adanya komputer. Sistem Informasi yang
akurat dan efektif, dalam kenyataannya selalu berhubungan dengan istilah
“computer-based” atau pengolahan informasi yang berbasis pada komputer.
Beberapa istilah yang terkait dengan CBIS antara lain adalah data, informasi,
sistem, sistem informasi dan basis komputer.
Kemudian terdapat beberapa komponen yang terdapat dalam CBIS adalah :
1. Hardware
2. Jaringan Komputer
3. Software
4. Data
5. Telekomunikasi
6. Prosedur
7. Manusia
Selanjutnya
terdapat peran manusia dalam CBIS adalah
1. System
Analyst
2. Database
Administrator
3. Network
Specialist
4.
Programmer
5. Operator
Kontribusi
CBIS
Saat ini sistem informasi merupakan isu yang paling
penting dalam pengendalian manajemen. Hal ini disebabkan karena tujuan dari
pengendalian manajemen adalah untuk membantu manajemen dalam mengkoordinasi
subunit-sub unit dari organisasi dan mengarahkan bagian-bagian tersebut untuk
mencapai tujuan perusahaan. Dua hal yang menjadi perhatian dari definisi diatas
adalah mengkoordinasi dan mengarahkan. Tentu saja dalam dua proses tersebut
diperlukan satu sistem agar proses koordinasi dan pengarahan dapat berjalan
secara efektif sehingga tujuan perusahaan dapat tercapai.
Manfaat utama dari perkembangan sistem informasi bagi sistem pengendalian
manajemen adalah :
–
penghematan waktu (time saving)
–
penghematan biaya (cost saving)
–
peningkatan efektivitas (effectiveness)
–
pengembangan teknologi (technology development)
–
pengembangan personel akuntansi (accounting staff development).
Dengan berbagai manfaat dan kontribusi yang
diberikan tersebut, diharapkan setiap perusahaan dapat bertahan dalam arena
kompetisi yang semakin ketat.

Decision Support System
DSS adalah merupakan
sistem
pendukung keputusan yang merupakan bagian dari sistem informasi berbasis
komputer yang digunakan untuk mendukung bisnis atau kegiatan pengambilan
keputusan dalam suatu organisasi atau perusahaan.
3 Jenis DDS Menurut Haettenschwiler terdapat 3 jenis DDS yaitu :
1. DDS Pasif
Sistem yg membantu proses pengambilan keputusan tetapi
tidak memberikan solusi dan saran yang jelas
2.
DDS Aktif
Dapat
memberikan saran dan solusi dengan jelas dan tegas
3.
Cooperative DDS
Memungkinkan proses berulang-ulang antara amnusia dan
sistem terhadap pencapaian solusi konsolidasi. Pembuat keputusan dapat
memodifikasi, melengkapi atau memperbaiki saran kepiutusan yang disediakan
sistem untuk validasi
Komponen Dasar Rancangan DSS :
1. Database
2. Basis Pengetahuan
3. Model yang meliputi konteks keputusan dan kriteria pengguna
4. User Interface (UI)
Tahapan DSS :
1. Intelligence
Mencari kondisi yg akan digunakan untuk memanggil/meminta sebuah
keputusan
2. Design
Mengembangkan dan menganalisis alternatif tindakan yang memungkinkan
dari solusi
3. Choice
Memilih tindakan diatas 2 tahap sebelumnya
4. Implentation
Memakai tindakan yang dipilih dalam tindakan situasi
pengambilan keputusan
Sistem Pakar
Definisi Sitem Pakar menurut para ahli :
1. William Stubblefield dan George F. Lugger (1993)
Menjelaskan bahwa sistem pakar adalah suatu program
yang dapat menirukan seorang pakar
2. Garratano dan Riley (1989
Menjelaskan bahwa sistem pakar adalah suatu sistem
komputer yang bisa menyamai atau meniru kemampuan seorang pakar
3. E. Fraim Turban (1992)
Menjelaskan bahwa sistem pakar adalah sebuah program
yang mengkomputerisasikan laporan yang mencoba untuk menirukan proses pemikiran
dan pengetahuan dari pakar-pakar dalam menyelesaikan masalah.
Konsep Dasar Sistem Pakar
1. Experties
Keahlian dapat diperoleh dari pelatihan/training,
membaca atau dari pengalaman..
2. Pakar/Expert
Dapat mengenal dan merumuskan, Dapat
memecahkan masalah dengan
cepat dan dapat menjelaskan suatu, Dapat menentukan dan
Belajar dari pengalaman.
3. Pemindahan Keahlian (Transferring Expertise)
Tujuan dr sistem pakar adalah memindahkan keahlian dr
seorang pakar ke komputer kemudian ke manusia lain yang bukan pakar.
4. Menarik Kesimpulan (Interference)
Komputer dirancang untuk dapat membuat kesimpulan,
pengambilan keputusan ini dilaksanakan dalam komponen yang disebut Inference
engine.
5. Aturan (Rule)
Kebanyakan sistem pakar adalah sistem berbasis rule,
pengetahuan disimpan dalam bentuk rule-rule sebagai prosedur pemecahan masalah.
6. Kemampuan Menjekaskan
Keistimewaan lain dari sistem pakar adalah kemampuan
menjelaskan darimana asal sebuah solusi/rekomendasi diperoleh.
Tujuan Sistem Pakar
1. Interpretasi
Membuat kesimpulan atau deskripsi dari sekumpulan data
mentah.
2. Prediksi
Memproyeksikan akibat-akibat yang dimungkinkan dari
situasi-situasi tertentu.
3. Diagnosis
Menentukan sebab malfungsi dalam situasi kompleks yang
didasarkan pada gejala-gejala yang teramati diagnosis medis, elektronis,
mekanis, dll.
4. Perancangan “Desain”
Menentukan konfigurasi komponen-komponen sistem yang
cocok dengan tujuan-tujuan kinerja tertentu yang memenuhi kendala-kendala
tertentu.
5.Perencanaan
Merencanakan serangkaian tindakan yang akan dapat
mencapai sejumlah tujuan dengan kondisi awal tertentu.
6. Monitoring
Membandingkan hasil pengamatan dengan kondisi yang
diharapkan
7. Debugging
Menentukan dan menginterpretasikan cara-cara untuk
mengatasi malfungsi
8. Instruksi
Mendeteksi dan mengoreksi defisiensi dalam pemahaman
domain subjek.
9. Kontrol
Mengatur tingkah laku suatu environment yang kompleks.
Ciri-Ciri Sistem Pakar :
Sistem Pakar
memiliki ciri-ciri, terdiri atas:
- Terbatas pada domain keahlian
tertentu.
2. Dapat memberikan penalaran untuk data yang tidak
pasti.
3. Dapat mengemukakan rangkaian alasan-alasan yang
diberikan dengan cara yang bisa dipahami.
4. Berdasarkan aturan atau rule tertentu.
5. Dirancang untuk dapat dikembangkan secara bertahap
agar bisa menghasilkan informasi yang lebih baik dan akurat.
6. Pengetahuan dan mekanisme penalaran jelas terpisah.
7. Keluarnya bersifat anjuran.
Referensi
https://4jipurnomo.wordpress.com/computer-based-information-system-cbis/
https://www.dosenpendidikan.co.id/sistem-pakar/
https://www.google.com/url?sa=t&rct=j&q=&esrc=s&source=web&cd=&cad=rja&uact=8&ved=2ahUKEwiA3Ymh6M_sAhVXU30KHeZEBEQQFjAFegQIBhAC&url=https%3A%2F%2Fwww.herugan.com%2Fpengertian-cbis-computer-base-information-system-beserta-aplikasinya&usg=AOvVaw3QlmNB4XY4BZLxONSdCTlc
https://www.google.com/url?sa=t&rct=j&q=&esrc=s&source=web&cd=&cad=rja&uact=8&ved=2ahUKEwiv9_TS6M_sAhXYXisKHcUQB0gQFjABegQIBBAC&url=https%3A%2F%2Fstudent-activity.binus.ac.id%2Fhimsisfo%2F2017%2F03%2Fdecision-support-system-dss%2F&usg=AOvVaw0R7paWkc6UoG7YzgLBliuf
McLeod & Schell. 2008. Sistem Informasi Manajemen.
Pearson Education, Inc; New Jersey
Comments
Post a Comment